Senin, 18 Februari 2013

Jejak Kebesaran Sunan Giri Di Kota Gresik

Sebagai Kota Santri, Kota Gresik memiliki banyak tempat yang menjadi kawasan wisata religi. Salah satunya adalah Makam Sunan Giri, salah seorang dari Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Di kota ini ada jejak Sunan Giri yang bisa dijumpai yaitu Makam Sunan Giri dan Situs Giri Kedaton. 


Berbeda dengan Makam Sunan Giri yang senantiasa ramai oleh wisatawan yang ingin berwisata ziarah dan religi, untuk Situs Giri Kedaton yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi makam justru sepi dari pengunjung.

1. Makam Sunan Giri

Makam yang berada di Desa Giri Kecamatan Kebomas  ini setiap hari senantiasa ramai didatangi oleh para pengunjung. Baik dari rombongan wisata ziarah Walisongo atau wisata religi lainnya.

Berada di kawasan wisata religi Makam Sunan Giri ini kita bisa menjumpai banyak makam-makam kuno dari kerabat Sunan Giri dan para pengikutnya  yang berada di sekitar makam Sunan Giri. Selain itu juga terdapat gapura-gapura dengan berbagai bentuknya.

Makam Sunan Giri itu sendiri berada dalam sebuah cungkup yang terbuat dari kayu jati. Bentuk cungkup itu cukup kecil dengan ketinggian bangunan yang cukup rendah.
Sehingga ruangan di dalam cungkup makam tampak cukup sempit dan pengap.

Ditengah cungkup itulah terdapat makam Sunan Giri yang dilindungi dengan dinding kaca. Nisan makam tampak berselubung kain yang dihiasi dengan sulaman bordir.

 Cungkup makam Sunan Giri pada dindingnya berhias gebyok dengan motif ukir-ukirannya yang indah. Pada bagian luarnya di lindungi dengan kain kelambu untuk menghindari dari debu, kotoran dan usikan tangan-tangan jahil.


Dinding gebyok berukir yang serupa juga terdapat di ruangan dalam cungkup. Pada pintu masuk di dinding gebyok beukir itu terdapat hiasan berbentuk kepala naga. Sayang,ada larangan bagi  pengunjung  untuk memotret ruangan di dalam  makam Sunan Giri.

Di dalam cungkup makam  dan di selasar luarnya tampak banyak pengunjung yang melantunkan ayat-ayat suci Al Qur�an dan doa-doa bagi sang Sunan. Yang tentunya beberapa diantaranya ada yang menyertainya dengan doa-doa berbagai keperluan  bagi dirinya dan keluarganya.

Di sebelah selatan makam Sunan Giri terdapat Pendapa Agung Sunan Giri yang di dalamnya juga banyak terdapat makam-makam kuno. 

Sedangkan di sebelah utaranya terdapat Masjid Agung Ainul Yakin Sunan Giri dengan dikelilingi banyak kios pedagang yang menjual berbagai jenis dagangan.

Sunan Giri  lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra.

 Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.

Selain menjadi penyebar agama Islam, Sunan Giri juga menjadi Nata ( kepala pemerintahan ) dengan gelar Prabu Satmata dan sebagai Pandita ( pemimpin umat Islam ) dengan gelar Tetungul Khalifatul Mukminin yang ditandai dengan Candra Sengkala yang  berbunyi �Trusing Luhur Dadi Haji � atau tahun 1409 Saka / 1487 Masehi).

Sunan Giri wafat pada tahun 1426 Saka / 1506 Masehi dan dimakamkan di Bukit Giri Gajah, sekitar 2 km arah selatan dari pusat kota gresik.


2. Situs Giri Kedaton

Selain Makam Sunan Giri yang menjadi kawasan wisata religi Zaiarah Walisongo, di Kota Gresik – Jawa timur juga terdapat peninggalan Sunan Giri lainnya yaitu Situs Giri Kedaton.

Namun berbeda dengan makam Sunan Giri yang ramai didatangi oleh para pengunjung dan peziarah,  situs Giri Kedaton yang letaknya sekitar 500 meter dari makam Sunan Giri ini tampak sepi oleh pengunjung. Setiap harinya hanya terdapat beberapa orang yang berminat khusus yang  mendatangi tempat ini untuk berbagai keperluannya.
Situs Giri Kedaton ini berada diDusun Kedaton, Desa Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik dengan koordinat GPS situs: -7.1727353, 112.6330161. Lokasinya berada sekitar 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Sunan Giri.
Sebelum memasuki kawasan situs, di bagian depan tampak gapura dengan menaiki anak tangganya yang cukup banyak. Saat meniti tangga dari bawah itu dan menengadahkan pandangan ke atas tampak sebuah bangunan seperti candi yang berwarna abu-abu.
Dalam buku Babat Gresik disebutkan bahwa Giri Kedaton merupakan pusat pemerintahan dan penyebaran agama Islam di Gresik oleh Sunan Giri.
Dikisahkan bahwa Raden Paku  yang juga disebut Sunan Giri mendirikan  “ Kedaton Tundo Pitu “  ( Istana Bertingkat Tujuh ) di sebuah bukit di daerah Giri.
Situs Giri Kedaton telah mengalami kegiatan pelsetarian dan konsevasi yang merupakan kerja sama antara Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan – Jatwa Timur dengan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gresik pada tahap I – IV tahun anggaran 2002 – 2005.
Pada saat itu dilakukan pemetaan, ekskavasi, pengupasan tanah, studi kelayakan pugar, studi tekhnis, pemugaran dan penataan lingkungan.
Pada kegiatan arkeologi itu ditemukan beberapa batu bata, batu butih  sebagai bahan bangunan yang bentuknya seperti candi  dan artefak-artefak lainnya sperti pecahan gerabah ,  keramik batu bata dengan motif ‘ Dam – daman ‘ ( permainan tradisional ).
Giri Kedaton merupakan situs di bukit yang dibuat secara berteras ( berundak ) dengan bentuk bagian keatas yang semakin mengecil. Sampai saat ini  baru ditemukan lima bangunan teras.
Antara teras yang satu dengan teras lainnya ditandai dengan struktur dinding teras yang bentuknya seperti kaki dan tubuh candi. Struktur bangunan kaki berbentuk polos dengan  bwrmotif hias pelipit-pelipit datar, bingkai cermin dan bidang persegi panjang.Di situs ini terdapat Candra Sengkala yang berbunyi ‘ Sumedya Resik Her Wulu “  yang berarti angka tahun 1408 Saka atau 1486 Masehi.
Selain itu di kawasan situs ini juga terdapat beberapa kolam kuno untuk berwudhu dan beberapa  makam kuno. Diantaranya adalah makam Raden Supeno yang merupakan putra Sunan Giri dan makam Mpu Supo,  empu sakti yang membuat keris Kala Munyeng milik Sunan Giri.
Karena berada di daerah  bukit yang cukup tinggi, berada di situs Giri Kedaton ini kita bisa menebarkan pandangan mata untuk menikmati pemandangan Kota Gresik.
 



Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar