Selasa, 20 Maret 2012

Peradaban Kuno dan Peradaban Modern di Museum Probolinggo


Melintas di Jalan Suroyo di pusat kota Probolinggo, ada pemandangan yang cukup menarik perhatian. Di antara rimbunnya  pepohonan yang menaunginya, tampak sebuah pesawat terbang terpajang di halaman yang luas di depan sebuah bangunan.

Selain itu juga terdapat pajangan tank dan loko kuno . Semua pajangan benda itu ternyata benar-benar asli dan masih terawat dengan baik. 

Pesawat, tank dan loko Itu adalah sebagian dari koleksi Museum milik pemerintah daerah Probolinggo, Jawa Timur. Selain untuk menarik perhatian pengunjung, adanya pajangan pesawat, tank dan loko kuno itu juga diharapkan bisa menjadi land mark baru di Kota Probolinggo.
           
Walau museum Probolinggo yang berada pusat kota ini masih berusia belia karena baru diresmikan pada tgl 15 Mei 2011 oleh Wali Kota Probolinggo HM. Buchori, namun kehadirannya cukup menarik perhatian banyak pengunjung.Terbukti dari banyaknya pengunjung setiap harinya yang datang ke museum ini sebagai tempat wisata alternatif di Probolinggo
 

 Di museum yang bangunannya bergaya bangunan jaman kolonial Belanda  inilah kita bisa mengetahui  sejarah, peradaban  dan benda-benda  tentang Probolinggo di masa lampau.Di samping itu juga  terpajang koleksi benda-benda peradaban modern lainnya. 
                  
 Pesawat udara itu jenis pesawat  Nomad  N-22 bernomor  P-830. Merupakan hibah dari  TNI Angkatan Laut dan  dulunya digunakan sebagai kendaraan patroli maritim. Sebagai benda koleksi ,pesawat  buatan Australia tahun 1982 dan dibeli pada tahun 1997 ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebaharian dan dapat menjadi  ‘ Landmark ‘  baru di kota yang berjulukan Kota Mangga itu.
                 
Pesawat jenis pengintai   dengan kapasitas penumpang sebanyak 13 orang dan dapat terbang 50 feet di atas permukaan laut itu  dipasang tanpa mesin di landasan setinggi 5 meter .   Pesawat Skuadron Udara 800 itu sudah tidak dfungsikan lagi karena jam terbangnya sudah habis sejak tahun  2007.

Selain itu  juga sudah   dicat ulang dengan warna abu-abu. Karena itu, meski sebenarnya merupakan pesawat bekas, tampilan pesawat yang berbobot 4,5 ton itu tampak seperti baru.
                
 Tak jauh dari kolekasi pesawat udara itu, ada koleksi kendaraan militer lainnya berupa tank panser  buatan Jerman yang dulunya digunakan oleh  Marinir. Tank ini tampilan dan kondisinya juga cukup bagus.  Sayang pagar besi sebagai  pembatasnya terpasang cukup tinggi dan lebar sehingga cukup menghalangi pandangan mata  pengunjung untuk melihat sosok tank itu secara lebih jelas.  

                 Yang juga menarik, di areal taman museum ini juga terdapat lokomotif uap kuno. Lokomotif itu bertahun  1906 dan bermerek Orenstein & Koppel .Sebelumnya digunakan  di Pabrik Gula Wonolangan, Dringu, Kab Probolinggo.
                  Melihat begitu berharganya ketiga benda  yang dipajang di tempat terbuka itu , alangkah baiknya jika pihak museum membuat bangunan peneduh bagi pesawat, tank, dan lokomotif uap itu untuk melindunginya dari terpaan panas dan hujan secara langsung.
 
Melangkahkan kaki memasuki bangunan museum, di bagian depan museum  terpajang koleksi museum berupa anjungan (gazebo ) dari kayu , dua patung singa dan  perahu tambangan kuno yang dulunya digunakan sebagai moda transportasi  air di probolinggo.

                 
 Sayang untuk koleksi benda museum yang berada di dalam ruangan tidak diijinkan memotret.   Memasuki ruangan pertama museum ada koleksi mata uang RI pada jaman perjuangan, alat musik kecapi dan sandal kuno yang digunakan oleh wanita China tempo dulu, kapak perunggu, relief kayu, permainan tradisional, buku liturgi dan naskah kuno .
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Jenazah Utuh Walau Sudah Dimakamkan Puluhan Tahun 
Sisi lain Keindahan Di Gunung Bromo

Jejak Panser Yang legendaris Di Surabaya 

Kupat Ketheg yang Unik Dan Khas Di  Gresik 

Koleksi Keramik Kuno masa Dinasti Ming di  Di House of Sampoerna 

 
 
=================================================================
                Koleksi yang menarik di ruangan yang tidak terlalu luas ini ini adalah keramik yang berwarna krem  dengan bentuk seperti dispenser berukuran tinggi sekitar 40 cm buatan abad 18 dari Manchester – Inggris .
            
Memasuki ruangan yang kedua yang tampak lebih luas, pengunjung akan menjumpai  arca Bima dan arca Maha Surya.Ada juga replika peralatan membajak di sawah, peralatan nelayan,membatik, dan lesung. Ada juga replika Pengantin Pendalungan khas Probolinggo dan kesenian daerah yang ada di Probolinggo seperti Jaran Bodhag dan tari Remo.
Benda-benda koleksi kebudayaan Arab dan China juga bisa dijumpai di ruangan ini. Untuk yang berkaitan dengan budaya Arab dipajang baju khas Arab, peralatan minum, sisha, dan tempat dupa. Sedangkan yang berkaitan dengan budaya China dipajang barongsai, tempat sesembahan, dan sebagainya.  
 Yang menarik, di ruangan ini terdapat dua gentong besar kuno yang dulunya digunakan oleh pabrik kecap tertua merek Orang Jual Sate yang berdiri dan berproduksi di Probolinggo. Pabrik kecap itu sampai sekarang masih eksis walau sudah berganti nama perusahaannya.  
                           

Benda-benda jaman Belanda juga ikut dipajang di ruangan ini seperti peralatan bangku dan papan tulis yang digunakan di sekolah jaman Belanda dan Lonceng kuno sebagai penanda untuk mengawali dan mengakhiri aktifitas kerja yang dulu digunakan  di kantor Asisten Residen di Probolinggo pada tahun 1918.

Koleksi  yang juga menarik perhatian adalah beberapa  sepeda kuno merek  Hercules Motor Cycle tahun 1940 dan merek The Humber tahun 1950 yang masih terawat dengan baik.                   
    Ada juga koleksi hibah dari Wali Kota Probolinggo HM. Buchori berupa Vespa Congo warna merah tahun 1968, becak dan dokar. Ada yang cerita yang menarik tentang becak koleksi museum itu karena merupakan becak kenangan  dari HM. Buchori karena  dulunya becak itu dia gunakan untuk mencari penghasilan.

Dari ruangan ini bisa melanjutkan ke ruangan ketiga yang berada di bagian paling belakang museum. Ruangan ini cukup kecil juga dengan bentuk yang memanjang. Di dinding ruangan ini terpajang  foto-foto Wali Kota Probolinggo mulai dari yang pertama hingga Walikota HM. Buchori.             
 Di bagian dinding lainnya terdapat foto-foto tentang Probolinggo di masa lampau seperti alun-alun dan gedung-gedung bersejarah milik pemerintah . Ada juga  foto-foto kuno  tentang  anak dan ibu dari keluarga China,Dukun Tengger, letusan Gunung Bromo,  pengawal raja Chulangkorn dari kerajaan Siam saat berkunjung ke lautan Pasir Tengger di Bromo tahun  1890 dan sebagainya.
Tentu saja ada juga foto bangunan museum Probolinggo ini yang dulunya bernama Societet Geboouw Harmonie   dan digunakan sebagai tempat untuk pertemuan dan acara-acara pesta. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar