Kamis, 28 Februari 2013

Perhiasan Emas Kuno Koleksi Museum Dan Pribadi

Gesper sabuk itu sangat istimewa. Selain terbuat dari emas,pada bagian depannya juga terdapat hiasan berupa batu mulia yang beraneka warna. Kilau pada batu mulis dan warna emasnya itu memnacarkan pesona keanggunan dan kemewahannya.

_____________________________________ 
____________________________________

Selain gesper sabuk, ada juga perhiasan emas lainnya yang sangat indah dan memikat. Beberapa diantaranya adalah peninggalan dari kerajaan besar di nusantara.Selain menjadi koleksi museum, benda-benda berharga  itu ada juga yang menjadi koleksi seorang kolektor di mancanegara.

Melalui situs Wilwatikta Online Museum kita bisa menyimak beberapa perhiasan emas yang yang sangat berharga itu.

 1. THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART


Museum yang berlokasi di 1000 5th Avenue, New York, NY – USA inilah yang menyimpan Gesper sabuk Emas itu. Benda itu berasal dari Indonesia dan diperkirakan dibuat pada abad ke-18-19.

Pada bagian depan setiap bagiannya berhiaskan batu mulia dengan hiasan motif di sekitarnya yang membentuk semacam bingkai. Sedangkan pada bagian belakangnya berhiaskan motif semacam ukir-ukiran.

Sayang tak banyak informasi tentang benda itu dan dari mana asal daerahnya. Hanya disebutkan bahwa benda itu tidak ditempatkan dalam pajangan di museum.


Museum ini juga menyimpan koleksi lainnya yang berupa Perhiasan emas yang bermotif tumbuhan. Perhiasan ini berasal dari daerah Jawa Timur - Indonesia pada abd ke-15 era Kerajaan Majapahit.

Perhiasan yang berdimensi tinggi  1 5/8 in. ( 4.1 cm ) itu juga tidak ditempatkan dalam pajangan.

2. National Museum Of Ethnology - Netherland
 

Museum yang bernama lengkap Rijksmuseum voor Volkenkunde dan berlokasi di Steenstraat 1, Leiden 2300 AE, The Netherlands ini memiliki koleksi perhiasan berupa sepasang gelang emas yang cukup besar dengan nomer inventaris 808-2.

Gelang yang berasal dari Indoensia daerah  Gowa - Sulawesi Selatan itu bermaterial : Perak, emas dan batu permata dengan dimensi : 2,6 x 10 cm (per buah) dan berfungsi sebagai penghias tangan.

Tampak pada gelang itu butiran batu permata yang berwarna hijau tosca menghiasi di sekeliling permukaan gelang. Motif ukir-ukiran  menghiasi pada bagian sampingnya.

 
3. Museum SIWALIMA - Ambon

Museum yang  berlokasi di Jl. Taman Makmur, Ambon - Maluku ini memiliki koleksi perhiasan emas berupa Tusuk Konde Emas asal  Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.Perhiasan yang berukuran : 15 cm x 11 cm itu memiliki No. Registrasi : 1818.

Selain itu museum ini juga memiliki koleksi perhiasan emas lainnya berupa Anting yang bemotif ayam. Perhiasan yang berukuran 5,5 cm x 5 cm  dan nomer registrasi 1760 ini juga berasal dari Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.

Kedua benda perhiasan  itu memiliki bentuk yang cukup unik dengan desain yang artistik.
=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog


Bisnis Online Modal Rp 10.000

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog 


Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna

















================================================================
4. Kolektor Pribadi Di Jepang.

 Alangkaoh beruntungnya kolektor pribadi yang tinggal di jepang ini karena bisa memiliki perhiasan emas berupa cincin ini. Karena bukan sembarang cincin yang dia koleksi karena cincin-cincin itu merupakan benda-benda perhiasan masa Kerajaan Majapahit.

Entah bagaimana, darimana dan sejak kapan sang kolektor bisa mendapatkan benda-benda yang sangat berharga tersebut. Perhiasan itu berupa :

Cincin Emas dengan batu Opal Susu.

Cincin Emas dengan Batu Kecubung 


Cincin Emas dengan Batu Aqua Blue.

Ketiga Cincin itu berhiaskan motif ukirandengan terdapat batu mulia di bagian tengahnya. Nuansa klasik sangat terasa pada cincin-cincin itu.

Mengetahui dan menyimak banyaknya arca emas jejak kebesaran kerajaan Majapahit yang berada di luar negeri itu tentu membuat banyak pihak merasa sedih dan prihatin. Tetapi melalui situsnya, Deddy Endarto berpesan agar :
 " Janganlah ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki Kolektor dan Museum ASING, mungkin itu dijarah saat masa penjajahan atau dijual orang kita sendiri atau bahkan anak keturunan yang sedang membutuhkan uang." 
“Amati dengan seksama,  tangkap auranya dan ciptakan yang lebih indah dari itu. Mereka tidak akan pernah bisa menjarah bakat dan keluhuran yang diwariskan leluhur kita”.

 



1 komentar:

  1. ijin copas dan share artikel-artikel tentang seni dan budaya Indonesia di Blog saya....

    BalasHapus